oleh

Aroma Busuk” Mulai Tercium. Polda Sumut Ingkari Pelimpahan Tahap II Kasus PETI

Linktodays.com – Medan|| Aroma tak sedap mulai tercium, setelah berkas perkara tersangka AAN kasus Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kabupaten Mandailing Natal dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumut. Polda Sumut berjanji akan melimpahkan tersangka dan barang buktinya (P22) pada Hari Kamis (07/04/2022).

Namun, sepertinya Polda Sumut ingkar janji. Hingga saat ini penyidik belum mampu melimpahkan tersangka dan barang bukti. Disinyalir, tersangka saat ini bebas berkeliaran di Kota Medan.

Ada apa dengan Polda Sumut..???

Mungkinkah kewalahan mencari dua alat bukti excavator yang akan diserahkan ke Jaksa?

Selain itu, kasus yang sebelumnya pernah diendapkan selama satu tahun lima bulan, bos tambang AAN dengan menyandang status tersangka ditahun 2020 lalu ditangguhkan.

Anehnya, bos tambang tersebut sepertinya mampu mengendalikan penyidik. Pasalnya, setelah kasus ini terungkap kembali, hingga kini tersangka tidak ditahan dengan alasan kooperatif dan diduga tersangka mampu mengatur jadwal kapan ia bisa dipanggil maupun diperiksa.

Diketahui, dalam proses pemanggilan untuk diperiksa guna melengkapi berkas perkara tahap I hingga pelimpahan tahap II, tersangka diduga mampu mengendalikan penyidik sehingga sampai saat ini Polda Sumut tidak mampu melimpahkan tersangka dan barang buktinya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Faktanya, dari pertama pemeriksaan tersangka, setelah kasus ini terungkap kembali. Tersangka dijadwalkan pemanggilan untuk diperiksa guna melengkapi berkas perkara tahap I, pada Jumat (11/03/2022) namun tersangka melalui kuasa hukumnya meminta pemeriksaan ditunda pada Rabu (16/03/2022).

Sebelumnya, Kamis 7 Maret 2022, Polda Sumut berjanji akan melimpahkan AAN Tersangka Tambang Emas Ilegal di Kabupaten Madina ke JPU Kejatisu. Pernyataan itu disampaikan Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hadi Wahyudi yang dikonfirmasi wartawan, Senin (4/3/2022)

Hadi mengatakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka Ahmad Arjun Nasution dinyatakan lengkap (P21) pada Kamis (31/03/2022) lalu. AAN, lanjut Hadi, diminta hadir pada Senin (04/04/2022) untuk diserahkan ke JPU namun tidak dapat hadir dengan alasan sakit.

Dikatakannya lagi, tersangka melalui kuasa hukumnya minta ditunda pada Kamis (07/04/2022). Penyerahan (P22) itu dimaksudkan tersangka berikut barang bukti.

“Jadi yang diserahkan ke JPU pada Kamis 7 April 2022 nanti adalah tersangka AAN berikut barang bukti dalam kasus itu”, jelas Hadi

Kasi Penkum Kejati Sumut Yos Gernold Tarigan saat dikonfirmasi awak media beberapa hari lalu, Jumat (08/04/2022) membenarkan bahwa tidak ada tahap II dari Polda Sumut terkait tersangka AAN kasus tambang emas ilegal di Mandailing Natal.

Pihaknya masih menunggu pelimpahan tersebut setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan berkas perkara tahap I lengkap (P21) beberapa waktu lalu. “Masih menunggu, setelah dicek ke Jaksanya belum ada pelimpahan tahap II”, kata Yos

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media menyebutkan jika ada pelimpahan tahap II dari penyidik kepolisian. Biasanya minimal sehari sebelum tahap II, penyidik mengirimkan surat pemberitahuan kepada Jaksa Penuntut Umum bahwa mau tahap II.

Sementara, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi dikonfirmasi melalui via WhatsApp, Kamis (07/04/2022) terkait pelimpahan tahap II tersangka AAN dan barang bukti kasus tambang emas ilegal di Madina memilih bungkam. Hingga berita ini diterbitkan tidak ada klarifikasi dari Kabid Humas Polda Sumut. (Budi)

Komentar

News Feed