oleh

Gerakan Relawan Dari Rakyat Untuk Rakyat di Pematangsiantar Bantu Warga Terdampak Pandemi Covid-19

Linktodays.com – Pematangsiantar. Tidak ada yang mengetahui pandemi Covid-19 akan berakhir kapan!. Hampir semua sektor terdampak pandemi Covid-19, tak terkecuali ekonomi. Sabtu, (14/08/2021).

 

Saat ini PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyakat) sudah level 4. Tidak hanya masyarakat kecil saja yang merasakan dampak, tetapi pengusaha besar maupun UMKM hingga buruh juga merasakan dampak dari covid 19.

Gerakan ini inisiasi dari Rifki Pratama dan Mahasiswa, yang perihatin kepada masyarakat yang terkena dampak dari Covid 19. Melalui gerakan rakyat untuk Rakyat kita berusaha untuk membantu kebutuhan sehari hari masyarakat, Yaitu berupa beras, minyak, gula, masker, buah, vitamin, , mie instan dan bubuk teh.

 

“13 sembako sudah disalurkan ke masyarakat yang membutuhkan. Paket yang sudah disalurkan warga yang tidak mendapat bantuan PKH dan BPNT. Kita juga mengajak seluruh lapisan elemen masyarakat untuk saling bahu membahu dalam melakukan aksi sosial.” Katanya.

Rifki Pratama juga mengatakan bahwa Relawan rakyat untuk rakyat sangat bersemangat melakukan gerakan ini, guna untuk masyarakat yang benar benar dalam kesulitan untuk kebutuhan pangan.

“Saat ini kita berkolaborasi dengan beberapa organisasi dan komunitas. Yaitu Pergergakan mahasiswa islam Indonesia (PMII) siantar simalungun, ansor banser pematangsiantar dan Kita berbagi sedekah (KBS).” Ucap Rifki.

Selain itu Rifki juga mengatakan bahwa sangat disayangkan minimnya perhatian Pemerintah terhadap kondisi masyarakat Pematangsiantar-Simalungun terhadap kesulitan-kesulitan yang semakin hari semakin memperihatinkan, PPKM yang hari ini diberlakukan pemerintah tentu untuk bagaimana mengurangi laju dan tumbuh covid-19 di Pematangsiantar.

“Namun hal yang paling pokok adalah bagaimana Pemerintah mampu memberikan perhatian khusus bagi masyarakat yang kurang mampu, karena dari data yang kami terima dan langsung terjun kelapangan masih banyak terdapat masyarakat yang notabenenya sangat memprihatinkam namun hingga kini masih belum tersentuh oleh pemerintah tentu dalam hal ini harus lebih jeli dalam melihat persoalan yang menguras energi, khususnya wilayah siantar simalungun,” jelas Rifki.

Baca Juga: Mahalnya Tes PCR di Indonesia Jadi Sorotan, YLKI Minta Pemerintah Transparan

Rifki juga mengatakan bahwa Kegiatan tersebut berlangsung mulai 11 – 17 agustus 2021 dan tidak menutup kemungkinan akan terus berlangsung hingga berakhirnya pandemi ini. Tetap menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol Kesehatan. (Red)

Komentar

News Feed