oleh

Jokowi Tetapkan Pajak Khusus di IKN Nusantara, Ini Rincian Jenis dan Tarifnya

Linktodays.com – Kaltim. Ibu Kota Nusantara atau IKN akan dimulai. Pemerintah sudah mengalokasikan dana senilai Rp 27 triliun hingga Rp 30 triliun dalam APBN 2023. Sabtu, (07/05/2022).

Terkait skema pendanaan IKN Nusantara, Presiden Jokowi telah meneken Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2022, tentang pendanaan dan pengelolaan anggaran dalam rangka persiapan pembangunan, dan pemindahan ibu kota negara serta penyelenggaraan pemerintah daerah khusus Ibu Kota Nusantara.

Dalam beleid tersebut, salah satu sumber pendanaan pembangunan Ibu Kota Nusantara akan berasal dari pajak khusus IKN. Pajak khusus IKN tersebut akan ditetapkan dengan Peraturan Otorita Ibu Kota Nusantara, setelah mendapat persetujuan DPR.

“Dalam rangka pendanaan untuk penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Khusus Ibu Kota Nusantara, Otorita Ibu Kota Nusantara dapat melakukan pemungutan Pajak Khusus IKN dan/ atau Pungutan Khusus IKN di Ibu Kota Nusantara,” demikian bunyi pasal 42 beleid tersebut.

Baca Juga: PC GM FKPPI 0225 Padang Sidimpuan Gelar BUKBER Beserta Anggota

Dalam pasal 43, diatur mengenai Jenis Pajak Khusus IKN yang dapat dipungut oleh Otorita Ibu Kota Nusantara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 42. Berikut rinciannya:

1. Pajak Kendaraan Bermotor Tarif: – Kendaraan Bermotor pertama, ditetapkan paling tinggi 2 persen – Penguasaan Kendaraan Bermotor kedua dan seterusnya secara progresif paling tinggi 10 persen – Kendaraan Bermotor yang digunakan untuk angkutan umum, angkutan karyawan, angkutan sekolah, ambulans, pemadam kebakaran, sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan, Pemerintah, dan Otorita IKN paling tinggi 0,5 persen.

2. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Tarif: – Paling tinggi sebesar 20 persen.

3. Pajak Alat Berat Tarif: – Paling tinggi 0,2 persen.

4. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Tarif: – Paling tinggi 10 persen – Khusus kendaraan umum, tarif pajak paling tinggi 50 persen dari tarif pajak bahan bakar kendaraan bermotor untuk kendaraan pribadi.

5. Pajak Air Permukiman Tarif: – Paling tinggi 10 persen.

6. Pajak Rokok Tarif: – Wajib pajak pengusaha pabrik dan importir rokok yang memiliki izin dengan tarif pajak 10 persen dari cukai rokok.

7. Pajak Bumi dan bangunan Perdesaan dan Perkotaan Tarif: – Paling tinggi sebesar 0,5 persen – Untuk lahan produksi pangan dan ternak tarif pajaknya lebih rendah dar tarif untuk lahan lainnya.

8. Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Tarif: – Paling tinggi sebesar 5 persen.

9. Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas: Jenis: Makanan atau minuman, tenaga listrik, jasa perhotelan, Jasa parkir, serta jasa kesenian dan hiburan Tarif: – Paling tinggi sebesar 10 persen – Khusus Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas jasa hiburan pada diskotek, karaoke, kelab malam, bar, dan mandi uap/spa ditetapkan paling rendah 40 persen dan paling tinggi 75 persen – Khusus Pajak Barang dan Jasa Tertentu atas tenaga listrik untuk: a) Konsumsi tenaga listrik dari sumber lain oleh industri, pertambangan minyak bumi dan gas alam, paling tinggi sebesar 30 persen b) Konsumsi tenaga listrik yang dihasilkan sendiri, ditetapkan paling tinggi 1,5 persen.

10. Pajak Reklame Tarif: – Ditetapkan paling tinggi 25 persen.

11. Pajak Air Tanah Tarif: – Ditetapkan paling tinggi 20 persen.

12. Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan Tarif: – Paling tinggi sebesar 25 persen.

13. Pajak Sarang Burung Walet Tarif: – Paling tinggi sebesar 10 persen. (Red)

Sumber: kumparan.com

Komentar

News Feed